Minggu, 15 Maret 2015

10 Letusan Gunung Berapi Terdahsyat Sepanjang Sejarah

10 Letusan Gunung Berapi Terdahsyat Sepanjang Sejarah

10 Gunung Huaynaputina – AS

letusan-gunung-terdahsyat-huayputina
Letusan gunung Huaynaputina pada tahun 1600 merupakan letusan gunung berapi terbesar di Amerika Serikat dengan kekuatan letusan VEI skala 6. Ledakannya mengeluarkan lumpur sejauh 75 mil ke samudera Pasifik dan berdampak serius pada iklim dunia. Menimbulkan suhu udara terdingin dalam kurun waktu 500 tahun terakhir. Abunyapun menutupi wilayah bagian darat gunung Huaynaputina sejauh 20 mil dan masih bisa dilihat hingga saat ini. Peristiwa tersebut sukses menghancurkan kota terdekat yakni Arequipa dan Moquengua yang butuh waktu seabad kemudian untuk bisa pulih kembali.

Gunung Krakatau – Indonesia

letusan-gunung-terdahsyat-krakatau
Gunung yang terletak di antara pulau Jawa dan pulau Sumatera, yakni di selat Sunda, hingga saat ini tercatat sebagai gunung berapi yang masih aktif. Ledakannya pada tahun 1883 sempat tercatat sebagai ledakan paling hebat sepanjang sejarah oleh Guiness Book of Records. Letusannya menyebabkan mega-tsunami dengan ketinggian gelombang hingga 40 meter dan memakan 34.000 korban jiwa. Mengeluarkan sejumlah besar abu vulkanik, batu apung dan letusannya terdengar hingga ribuan kilometer bahkan hingga di pulau-pulai kecil di Afrika Timur. Kekuatan ledakan Krakatau adalah sekitar 13.000 kali kekuatan bom atom di Hiroishima dan Nagasaki. Ratusan orang di pulau Sumatera tewas seketika saat debu panas menerjang pemukiman mereka. Pasca meletus, Krakatau merosot ke dalam laut. Namun setelah itu pulau baru dan anak Krakatau mulai tumbuh dan muncul, saat ini tercatat ketinggian anak gunung Krakatau sekitar 200 meter dpl, saat meletus tahun 1883, ketinggiannya sekitar 700 meter dpl. Akankah Krakatu kembali meletus suatu saat nanti?

Gunung Mauna Loa – Hawaii

letusan-gunung-terdahsyat-mauna-loa
Adalah salah satu gunung berapi paling aktif di dunia, terletak di dasar laut di samudra Pasifik dan menjulang setinggi 17 kilometer dari dasar samudra. Gunung ini telah meletus setidaknya 70.000 tahun lalu, magma yang berasal dari Hawaii hotspot tersebutlah yang menciptakan pulau Haiwaii. Letusan paling baru terjadi pada 24 Maret 1984 hingga April 1984 dan menyebabkan ketidakstabilan alam. Pada tahun 1926 dan 1950, terjadi erupsi yang menghancurkan desa terdekat. Saat ini, Mauna Loa merupakan bagian dari program Decade Volcanoes yang merujuk pada studi paling berbahaya dari gunung berapi.

Gunung Novarupta – Semenanjung Alaska

letusan-gunung-terdahsyat-novarupto
Terjadi pada bulan Juni 1912 dengan VEI skala 6, letusannya memuntahkan 3 kilometer magma dan debu ke udara serta menutupi area seluas 3.00 mil dengan kedalaman abu setebal 30 cm.

Gunung Pinatubo – Filipina

letusan-gunung-terdahsyat-pinatubo
Meletus pada tahun 1991, mengeluarkan lebih dari 5 kilometer kubik material vulkanik ke udara dan membuat kolom abu setinggi 35 km di atmosfer. Ledakan tersebut juga memuntahkan jutaan ton belerang dan partikel lainnya ke udara yang menyebar ke seluruh dunia hingga menyebabkan suhu global menurun sekitar 0.5 derajat celcius selama setahun berikutnya. Untungnya, prediksi akan letusan ini tepat sehingga puluhan ribu nyawa terselamatkan karena sudah mengungsi sebelumnya, walaupun di daerah sekitar gunung tersebut hancur lebur akibat aliran piroklastik, abu dan lahar.

Pulau Ambrym – Kepulauan Vanuatu

letusan-gunung-terdahsyat-ambrym
Ambrym adalah nama sebuah pulau gunung berapi di kepulauan Vanuatu di sebelah barat daya Samudera Pasifik.  Letusan yang terjadi pada kurun waktu 50 SM ini merupakan letusan paling besar sepanjang sejarah dengan VEI tingkat 6+, letusan mengirim gelombang abu panas dan debu yang membentuk kaldera selebar 12 km. Sejak 1774, gunung ini telah meletus setidaknya sebanyak 50 kali dan merupakan salah satu gunung berapi paling aktif dan berbahaya di dunia.

Gunung Ilopango – El Salvador

letusan-gunung-terdahsyat-ilopango
Merupakan gunung berapi yang terletak hanya beberapa kilometer dari ibu kota San Salvador. Sepanjang sejarah yang tercatat, hanya terjadi dua kali letusan saja. Letusan pertama pada abad ke 5 Masehi menyelimuti sebagian tengah dan barat El Salvador dengan abu dan batu apung hingga menghancurkan kota-kota Maya awal. Letusan ini lebih besar daripada Krakatau pada 1883, dengan peringkat VEI 6-7. Erupsi selanjutnya tahun 1879-1880 dipengaruhi oleh pasang surut bumi, namu penjelasan lebih lanjut menjelaskan bahwa 2% basaltic andesit magma di dasar laut mengkristal sehingga memicu letusan pada tahun 1880.

Gunung Changbaishan / Baitoushan – Perbatasan Cina dan Korut

letusan-gunung-terdahsyat-chanbaishan
Meletus pada sekitar 100 SM dengan skala VEI 7 yang menyamai VEI gunung Thera. Terletak di perbatasan Cina dan Korea Utara, letusannya memuntahkan material vulkanik hingga radius 1.200 kilometer sampai ke Jepang Utara. Terakhir meletus pada 1702, menurut ahli geologi, gunung ini kini sudah tak lagi aktif. Emisi gas sempat dilaporkan keluar dari puncak sumber air panas pada 1994 namun tak ada bukti lebih lanjut tentang aktivitas gunung berapi sejak saat itu. Kini, kaldera yang tercipta akibat letusan gunung tersebut dipenuhi dengan air dan menjadi danau. Danau tersebut menjadi destinasi wisata populer karena keindahan alam dan mitos keberadaan makhluk yang dipercaya mendiammi danau tersebut.

Gunung Thera – Yunani

letusan-gunung-terdahsyat-thera
Meletus sekitar 1610 SM dengan energi beberapa ratus kali dibanding om atom di Hiroshima dan Nagasaki hingga mengguncang seluruh daratan mediterania. Para ahli geologi melansir bahwa bisa saja letusan ini menjadi letusan berapi terkuat yang pernah disaksikan. Letusannya yang super dahsyat menyebabkan punahnya kebudayaan Minoan yang juga memberikan inspirasi kebudayaan kuno sebagai “The Lost Atlantis”.

1Gunung Tambora – Indonesia

letusan-gunung-terdahsyat-tambora
Gunung Tambora yang berada di kawasan Sumbawa ini pernah meletus dengan letusan terbesar yang pernah dicatat sepanjang sejarah manusia. Data Volcanic Explosivity Index (VEI) nya tercatat sebesar VEI 7, dari skala rentang terdahsyat adalah VEI 8. Letusan yang terjadi tahun 1815 silam, ledakannya terdengar hingga ke pulau Sumatera yakni sekitar 1.930 km jauhnya, awan dan abu tebal menyebar hingga ke Srilanka dan Australia. Peristiwa ini menelan banyak korban, sekitar 71.000 jiwa melayang, serta panas yang menyembur melubangi atmosfer hingga menyebabkan perubahan iklim dunia. Tercatat pada tahun 1816, di Eropa dan Amerika tak ada musim panas dan dikenal sebagai“The year without summer” dimana manusia dan hewan membeku, panen gagal dan orang-orang ketakutan hingga mengira bahwa kiamat akan segera tiba. Suhu dingin juga menyebabkan menipisnya bahan makanan, kelaparan terjadi dimana-mana karena kegagalan panen gandum dan kentang di barat daya dan utara Irlandia. Harga bahan pokok melambung, kerusuhan serta penjarahan banyak terjadi di pasar dan toko-toko. Cuaca terganggu di segala penjuru, yaitu di Eropa Barat, Amerika dan Asia. Penyakit Kolera dan Tifus mewabah, embun beku di sepanjang tahun di New England dan Kanada. Fenomena ini yang disebut dengan global cooling atau pendinginan global. Letusan gunung Tambora 100 kali lebih dahsyat dari gunung Thera , sedangkan letusan gunung Thera 4 kali lebih dahsyat dari letusan gunung Krakatau. Sungguh luar biasa mengerikan.

Sumber : top10magz.com

0 komentar:

Posting Komentar